This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Sunday, October 4, 2015
Atletico Madrid dan Real Madrid menyudahi derby Madrid di Vicente Calderon, Senin (5/10) dinihari WIB dengan hasil imbang.
Real Madrid gagal meraih angka maksimal dalam lawatan mereka ke
Vicente Calderon, Senin (5/10) dinihari WIB. Bermain melawan Atletico
Madrid, El Real hanya bisa memetik hasil imbang 1-1.
Babak I
Real Madrid langsung menyerang sejak dimulainya laga. Di menit lima,
Cristiano Ronaldo menyambut bola kiriman Luka Modric dengan sundulan
yang arahnya masih melebar dari gawang.
Di menit 10, El Real dalam posisi memimpin. Karim Benzema memecah
kebuntuan dengan menyundul bola kiriman Dani Carvajal masuk ke gawang
Atletico Madrid.
Tujuh menit kemudian, gawang Keylor Navas nyaris kemasukan. Correa
melepas tendangan keras yang arahnya hanya mengenai mistar gawang Real
Madrid.
Atletico mendapat hadiah tendangan penalti di menit 22 kala Sergio
Ramos melanggar Tiago di kotak terlarang. Bek Real Madrid itu juga
mendapatkan kartu kuning atas aksinya itu.
Namun, Antoine Griezmann gagal memaksimalkan kesempatan yang
dimilikinya dengan Navas sukses melakukan penyelamatan di momentum
tendangan penalti itu. Real Madrid pun masih dalam situasi memimpin 1-0.
Di menit 34, Ronaldo berkesempatan menggandakan keunggulan Real
Madrid. Hanya saja, bola sepakannya masih mengarah jauh dari gawang.
Hasil sepakan bebasnya di menit 37 juga masih terlalu tinggi dari mistar
atas gawang Atletico.
Carvajal pun kemudian ditarik keluar di menit 41 karena cedera usai
ditekel Correa. Alvaro Arbeloa menempati pos yang ditinggalkannya.
Babak II
Diego Simeone melakukan sejumlah pergantian di babak kedua, termasuk
menarik Oliver Torres dan memasukkan Yannick Ferreira Carrasco. Dan di
menit 51, Fernando Torres mendapatkan kesempatan membawa timnya
menyamakan kedudukan.
Mendapat sodoran bola dari Correa, mantan striker Chelsea dan
Liverpool itu melepas tendangan dari sudut sempit, tapi arahnya sedikit
melebar dari gawang.
Gabi juga berusaha memberikan tekanan dengan melepas tendangan voli
di menit 56, tapi bisa diblok sebelum sampai ke gawang Navas.
Simeone kembali melakukan pergantian pemain, hal yang sama juga
diambil Rafael Benitez untuk skuatnya. Kedua pelatih ingin menyegarkan
skuatnya dan memberikan warna lain pada permainan.
Di menit 81, Luciano Vietto menyambut umpan silang Carrasco dengan sundulannya, tapi arahnya masih kurang tepat sasaran.
Dua menit kemudian, kerja keras Atletico membuahkan hasil. Jackson
Martinez menjadi motor terjadinya gol dengan membawa bola melewati
barisan pertahanan Madrid dan mengirimkannya ke tengah kotak penalti.
Griezmann menyambut dengan sontekan mudah sebelum Vietto meneruskan dan
mengubahnya menjadi gol.
Laga pun berjalan semakin menarik dengan kedua tim ngotot berusaha
mencetak gol kemenangan dengan waktu normal tersisa tujuh menit.
Kans terakhir didapat Jackson Martinez dengan tendangan melengkung di
masa injury time, tapi skor 1-1 menjadi hasil final laga ini.
Dengan tambahan satu angka, Real Madrid gagal menjadi pemuncak
sementara klasemen La Liga Spanyol dan harus duduk di peringkat dua
dengan 15 angka, tertinggal satu angka dari Villarreal.
Sementara Atletico Madrid bercokol di peringkat lima dengan perolehan 13 poin sejauh ini.
MAN OF THE MATCH Atletico Madrid 1-1 Real Madrid: Keylor Navas
Los Merengues berhasil membawa pulang satu angka setelah Keylor Navas melakukan sejumlah penyelamatan gemilang
Dua tim raksasa ibu kota Spanyol, Atletico Madrid dan Real Madrid, harus puas berbagi satu poin dalam duel sengit di Vicente Calderon, Minggu (4/10) malam waktu setempat.
Los Merengues sebenarnya berpeluang mengangkut tiga angka setelah unggul 1-0 melalui gol Karim Benzema di awal babak pertama yang bertahan hingga sisa sepuluh menit pertandingan.
Sebaliknya, Los Rojiblancos terus menggempur pertahanan Madrid demi mengejar ketinggalan. Salah satu alasan terbaik pasukan Rafael Benitez terhindar dari kekalahan adalah sosok Keylor Navas di bawah mistar gawang.
Ketika barisan belakang Madrid dapat ditembus penetrasi tim tuan rumah, Navas dengan percaya diri melakukan penyelamatan. Di menit ke-22, saat Atletico memiliki kans menyeimbangkan kedudukan usai wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan Sergio Ramos.
Tapi Navas bekerja keras menggagalkan eksekusi Antoine Griezmann, penyerang Atletico yang sedang naik daun. Navas menjatuhkan diri ke sisi kiri sebelum akhirnya menyelamatkan si kulit bundar yang mencoba masuk ke gawangnya.
Statistik Pemain — Keylor NavasKiper yang nyaris dilepas ke Manchester United pada jendela transfer kembali membuat tuan rumah gigit jari. Bola sepakan Jackson Martinez di menit 74 berhasil diamankan, setelah tendangan Vietto diblok pemain Los Merengues.
Kokohnya pertahanan Navas baru bisa ditembus di menit 93 melalui aksi Vietto. Dan Madrid pun terhindar dari kekalahan usai pemain tim nasional Kosta Rika kembali mencegah usaha Martinez yang nyaris memberikan kemenangan tuan rumah di pengujung laga.
Los Merengues sebenarnya berpeluang mengangkut tiga angka setelah unggul 1-0 melalui gol Karim Benzema di awal babak pertama yang bertahan hingga sisa sepuluh menit pertandingan.
Sebaliknya, Los Rojiblancos terus menggempur pertahanan Madrid demi mengejar ketinggalan. Salah satu alasan terbaik pasukan Rafael Benitez terhindar dari kekalahan adalah sosok Keylor Navas di bawah mistar gawang.
Ketika barisan belakang Madrid dapat ditembus penetrasi tim tuan rumah, Navas dengan percaya diri melakukan penyelamatan. Di menit ke-22, saat Atletico memiliki kans menyeimbangkan kedudukan usai wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan Sergio Ramos.
Tapi Navas bekerja keras menggagalkan eksekusi Antoine Griezmann, penyerang Atletico yang sedang naik daun. Navas menjatuhkan diri ke sisi kiri sebelum akhirnya menyelamatkan si kulit bundar yang mencoba masuk ke gawangnya.
Statistik Pemain — Keylor NavasKiper yang nyaris dilepas ke Manchester United pada jendela transfer kembali membuat tuan rumah gigit jari. Bola sepakan Jackson Martinez di menit 74 berhasil diamankan, setelah tendangan Vietto diblok pemain Los Merengues.
Kokohnya pertahanan Navas baru bisa ditembus di menit 93 melalui aksi Vietto. Dan Madrid pun terhindar dari kekalahan usai pemain tim nasional Kosta Rika kembali mencegah usaha Martinez yang nyaris memberikan kemenangan tuan rumah di pengujung laga.
Laporan Pertandingan: AC Milan 0-4 Napoli
AC Milan menelan kekalahan keempat mereka dalam kampanye Serie A
musim ini usai dibungkam Napoli 4-0 saat melakoni giornata ketujuh di
San Siro, Senin (5/10) dini hari WIB. Hasil ini membuat Milan tertahan
di posisi ke-11 klasemen sementara dengan delapan poin, sedangkan Napoli
naik ke urutan keenam dengan koleksi 12 angka.
Babak Pertama:
Tempo pertandingan di awal berlangsung cukup tinggi, dengan kedua tim
menerapkan permainan terbuka dan salin melancarkan serangan. Milan
mengandalkan duet Luiz Adriano dan Carlo Bacca di depan, sementara
Napoli menaruh tumpuan serangan pada Gonzalo Higuain.
Sebuah kesalahan Cristian Zapata di menit ke-13 berakibat fatal bagi
Milan. Bermaksud melakukan sapuan, bola justru jatuh di kaki Lorenzo
Insigne yang kemudian cepat bergerak naik dan memberikan umpan ke sisi
kanan, di mana Allan dalam posisi tak terkawal dan mampu membobol gawang Diego Lopez.
Milan memiliki peluang matang untuk dapat menyamakan kedudukan di
menit ke-24, akan tetapi kreasi sempurna Bacca dari sisi kiri yang
melepaskan umpan silang gagal dimaksimalkan Luiz Adriano yang gagal
memperkirakan arah datangnya bola dengan baik.
Setengah jam laga berlalu, Sinisa Mihajlovic menginstruksikan anak
buahnya untuk meningkatan intensitas serangan, namun terkendala
penyelesaian akhir yang kurang efektif. Sementara Napoli masih tampak
berbahaya ketika melakukan serangan balik cepat.
Jual beli serangan terus berlangsung hingga sepuluh menit akhir babak
pertama. Tekanan yang dibangun Napoli tampak lebih berbahaya ketimbang
tuan rumah. Milan yang berupaya untuk menyamakan kedudukan tak mampu
merealisasikannya.
Babak Kedua:
Tiga menit paruh kedua permainan berjalan, Napoli langsung
menggandakan keunggulan mereka. Sebuah kombinasi umpan satu dua dengan
Higuain berhasik dituntaskan dengan cemerlang oleh Lorenzo Insigne yang menyarangkan bola ke pojok kiri atas gawang Milan.
Koordinasi antarlini skuat Rossoneri tampak belum maksimal, baik
dalam mengatur serangan maupun benteng pertahanan. Kelemahan tersebut
beberapa kali kerap mampu dieksploitasi Napoli dengan agresivitas
permainan mereka yang tergolong tinggi sejak awal pertandingan.
Menit ke-60, Milan punya kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan
melalui tandukan Rodrigo Ely, namun kandas di tangkapan Pepe Reina.
Semenit kemudian Napoli kembali mengancam, akan tetapi Jose Callejon
terlalu lama mengambil keputusan dalam mengeksekusi serangan balik.
Insigne mengemas gol keduanya di laga ini sekaligus
memperbesar skor bagi Napoli setelah eksekusi tendangan bebasnya di
menit ke-69 gagal diantisipasi Diego Lopez. Gelontoran gol Napoli belum
berhenti, Il Partenopei menambah keunggulan lewat gol bunuh diri Ely saat mencoba menghalau umpan silang Faouzi Ghoulam di menit ke-77.
Ada pergerakan masif dari berbagai sudut stadion San Siro selepas gol
keempat Napoli, fans Milan yang tak puas dengan kinerja tim bergegas
meninggalkan lapangan kendati laga menyisakan lebih dari sepuluh menit.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, Napoli sukses mempertahankan
kemenangan 4-0 mereka.
Susunan Pemain:
AC MILAN (4-3-1-2): Diego Lopez; De Sciglio, Zapata, Ely, Antonelli; Kucka, Montolivo, Bertolacci; Bonaventura; Luiz Adriano, Bacca.
NAPOLI (4-3-3): Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Jorginho, Hamsik; Callejon, Higuain, Insigne.
Thursday, October 1, 2015
Sejarah Hari Ini (2 Oktober): Cristiano Ronaldo Sang Centurion Eropa
Tampil di panggung Eropa sekaligus mencetak gol seperti sudah menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari Cristiano Ronaldo.
Tengok dua gol yang baru saja ia lesakkan ke gawang Malmo untuk membawa Real Madrid menang 2-0 dalam partai lanjutan Grup A Liga Champions, Kamis (1/10) dini hari WIB. Brace tersebut
membuat Ronaldo kini sudah mengoleksi 82 gol dari 117 laga. CR7 masih
mempertahankan status topskor sepanjang masa Liga Champions, unggul lima
gol dari rival terdekatnya, Lionel Messi.
Namun, salah satu milestone terpenting Ronaldo di Eropa terjadi tepat pada dua tahun lalu, ketika ia menjadi centurion Eropa
alias menjadi pemain yang mampu menembus penampilan ke-100 di kompetisi
Eropa ketika Madrid menjalani laga babak grup dengan wakil Denmark, FC
Copenhagen.
Rincianya, dari 100 laga tersebut, dua di antaranya terjadi di Piala
UEFA ketika Ronaldo masih berseragam Sporting Lisbon. Sedangkan sisanya
dilakukan Ronaldo di Liga Champions bersama Sporting (1 kali),
Manchester United (55) dan Madrid (44).
Partai kontra Copenhagen itu sendiri berjalan tak seimbang. Digelar di Santiago Bernabeu, matchday kedua
Liga Champions 2013/14 itu menjadi milik Madrid sepenuhnya. Yang lebih
istimewa, Ronaldo mampu memborong dua gol dalam kemenangan 4-0 atas
Copenhagen tersebut guna mempermanis catatan 100 partai yang sedang ia
lakoni.
Di menit 21, Madrid sudah berhasil membuka skor ketika Ronaldo meloncat tinggi untuk menanduk umpan silang Marcelo. Namun, gol kedua Madrid baru bisa tercipta di menit 66 setelah Ronaldo menyundul umpan silang rabona ciamik dari Angel Di Maria.
Terlepas dari seluruh sorotan kepada Ronaldo, Di Maria memang berhasil mencuri perhatian. Selain assist rabona tersebut, Di Maria, yang di pertandingan ini setelah ditugaskan menggantikan peran Gareth Bale, mampu mencetak dua gol terakhir Madrid. yakn melalui tendangan terukur dari luar kotak penalti di menit 71 sebelum menambah pundi-pundinya di menit 90 melalui tembakan kaki kirinya memanfaatkan kesalahn bek lawan.
Kemenangan atas Copenhagen tersebut menjadi awal yang baik bagi Madrid di Liga Champions 2013/14. Seperti diketahui, di musim itulah pasukan Carlo Ancelotti akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang La Decima dengan merebut trofi Si Kuping Lebar pada Mei 2014 dengan menekuk Atletico Madrid 4-1 di final.
4:25 PM
wbnews





